Sunday, 16 December 2018 Salam Pramuka!!

Scout Preparation III

“Regenerasi sama artinya dengan menanam bibit, Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.” Bung Hatta.

Proses regenerasi sangat diperlukan demi keutuhan serta keberlangsungan suatu organisasi. Pramuka Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Gugus Depan Surabaya 610 Surabaya 611 pada masa kepemimpinan Kak Ghinan selaku KDR Putra dan Kak Balqis Selaku KDR Putri, mengagendakan kegiatan yang akrab disebut dengan Scout Preparation tujuannya sebagai bentuk proses regenerasi pada zamannya. Mengadopsi kegiatan serupa pada tahun sebelumnya yakni Scout Introduction yang kemudian diakhiri dengan Scout Fun Camp, Scout Preparation dikemas lebih sederhana. Berlangsung secara bertahap, diselenggarakan sebanyak 1 bulan sekali selama 3 bulan, Scout Preparation atau yang lebih sering disingkat SP ini, diyakini tidak akan menjadikan proses regenerasi yang monoton, yang mana kemonotonan merupakan evaluasi dari kegiatan serupa sebelumnya.

Menganut pada asas yang ada didalam pola pembinanan Racana Sepuluh Nopember, pada proses regenerasi harus disampaikan beberapa materi yang telah dirumuskan untuk mencapai tujuan regenerasi. Selain untuk mendapatkan anggota baru yang kompeten, regenerasi yang ada di Racana Sepuluh Nopember juga bertujuan untuk mengenalkan kepada siapapun mereka yang ingin mengetahui seluk beluk kehidupan Pramuka di ITS, selanjutnya mereka disebut sebagai Tamu Racana. Mengambil tema “Mempersiapkan Tamu Racana yang Mempunyai Kapabilitas dan Komitmen terhadap Organisasi” kegiatan Scout Preparation dibagi menjadi tiga tahap, yakni SP-1, SP-2 dan SP-3. Kegiatan SP-1 berlangsung di lingkungan ITS, bersamaan dengan pelaksanaan JOTA-JOTI tahun 2016 pada tanggal 14-15 Oktober 2016, kegiatan SP-1 diramu dengan pemberian materi secara langsung serta praktek.

Bertempat di samping Gedung Student Community Center (SCC) ITS, Kak Jeni menyambut Tamu Racana sekaligus memberikan materi mengenai JOTA-JOTI. Pemberian materi berlangsung dengan ditemani cuaca malam yang cerah dan outdour merupakan ciri khas yang kental dalam penyampaian materi seperti ini, Tidak hanya menyampaikan materi, Tamu Racana juga diajak untuk menyelami dunia maya dalam mempraktekkan Jambore On the Internet (JOTI), disini Tamu Racana diajarkan membuat akun sendiri serta melakukan chating dengan orang-orang yang tengah aktif di JOTI.

Kendala perlengkapan menjadi alasan utama tidak dilaksanakannya praktek Jambore On The Air (JOTA), Namun antusiasme Tamu Racana tidak menyurutkan semangat untuk tetap menerima materi JOTA dengan harapan mereka ditahun depan dapat mengaplikasikannya. Malam itu juga dihabiskan dengan menonton film bersama dan pendirian tenda untuk istirahat menjadi pertanda berakhirnya malam ditanggal 14 Oktober 2016. Dihari kedua tanggal 15 Oktober 2016 Tamu Racana mendapatkan materi mengenai sejarah GUDEP Surabaya 610 Surabaya 611 yang disampaikan langsung oleh Kak Dika.

Setelah menerima semua materi pada serangkaian acara SP-1, Tamu Racana mendapatkan semacam game, game ini selain untuk mengevaluasi apa yang didapatkan Tamu Racana selama 2 hari, juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan bagi mereka yang baru saja kenal. Dengan diberikan peta ITS Tamu Racana diajak berjalan-jalan berkeliling ITS untuk menemukan sejumlah clue yang harus mereka selesaikan. Kegiatan SP-1 berakhir dengan evaluasi mengenai serangkaian kegiatan oleh Sangga Kerja untuk Tamu Racana juga dari Tamu Racana untuk Sangga Kerja.

Scout Preparation III – Buper Tahura, Pacet – 23-25 Dec 2016

Cara yang berbeda dipilih untuk pelaksanaan Scout Preparation 2 atau SP-2. Bersepeda menjadi opsi yang banyak dipilih untuk membidik tujuan dari proses regenerasi di SP-2 ini. Selain dikenalkan mengenai seluk beluk kehidupan Racana Sepuluh Nopember, Tamu Racana juga diajak untuk dikenalkan kepada pembina-pembina yang berkediaman di sekitar Surabaya khususnya sekitar ITS. Menganut pada pola pembinaan Racana Sepuluh Nopember, secara umum kegiatan yang berlangsung pada tanggal 18-19 Nopember 2016 ini, bertujuan untuk menyampaikan materi Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDKMK), SKB Dirjen Dikti dan Kwarnas Gerakan Pramuka tentang kerjasama pengembangan GUDEP PERTI, Dinamika dan Sistem Kelembagaan Kemahasiswaan di ITS. Bersepeda merupakan cara penyampaiaan materi PDKMK kepada Tamu Racana, dari ITS sebagai pos pemberangkatan dan rumah pembina sebagai pos tujuan. Perjalanan dilaksanakan pada malam hari, dimalam itu juga diberikan materi Dinamika dan Sistem Kelembagaan Mahasiswa ITS oleh pembina selepas Tamu Racana menempuh perjalan ke pos tujuan kurang lebih 2 jam perjalanan.

Pada hari kedua ditanggal 19 Nopember 2016, yang masih kental dengan atmosfer peringatan Hari Pahlawan dibulan Nopember, Tamu Racana diajak berkeliling menikmati kota Surabaya dipagi hari. Tugu Pahlawan merupakan tujuan bersepeda selanjutnya, Selain menjadi tempat untuk penyampaian materi, Tugu Pahlawan Surabaya dipilih juga untuk mengenang jasa para pahlawan yang mana euforia Peringatan Hari Pahlawan masih hangat dibulan Nopember atau Bulannya Para Pahlawan sebutan di Surabaya. Sesampainya di Tugu Pahlawan yang awalnya Tamu Racana terpecah menjadi dua grup pemberangkatan dengan tujuan rumah pembina yang berbeda, disini mereka bertemu menjadi satu. Menikmati senja pagi dan udara segar disalah satu lahan terbuka hijau di Surabaya menjadi teman menuggu pemateri yang belum hadir.

Materi yang akan diberikan disini adalah SKB Dirjen Dikti dan Kwarnas Gerakan Pramuka tentang kerjasama pengembangan GUDEP PERTI, yang mana disampaikan langsung oleh Ka-GUDEP Putri, Kak Titik. Penyampaian materi berlangsung hikmat dengan suasana yang teduh. SP-2 berakhir dengan setibanya Tamu Racana di Kampus ITS disambut dengan es teh manis dibawah rindangnya pohon yang melucuti lelah mereka.

Scout Preparation 3 atau SP-3, merupakan tahap terakhir dari serentetan kegiatan di Scout Preparation, bak sebuah perayaan pesta, SP-3 ini sangat ditunggu-tunggu, tidak hanya oleh Tamu Racana juga oleh sangga kerja pelaksana. Dilaksanakan tanggal 23-25 Desember 2016 seusai pelaksanaan UAS, kegiatan SP-3 ini diikuti oleh banyak Tamu Racana dan Sangga Kerja. Bertempat Di Taman Hutan Raya (TAHURA) R.Soerjo, Pacet, Mojokerto, SP-3 ini bukan hanya sebagai media pelakasanaan kegiatan, namun juga untuk media refreshing serta liburan bagi mereka yang telah melaksanakan UAS. Berada pada dataran tinggi dengan cuaca malam pukul 23.00 WIB yang dingin, menjadikan saksi bisu tibanya rombongan di lokasi Bumi Perkemahan TAHURA R. Soerjo pada tanggal tanggal 23 Desember 2016. Segala perlengkapan, Sangga Kerja dan Tamu Racana berada menjadi satu didalam truk Angkatan Laut. Pada malam itu juga segala perlengkapan segera dipindah ke area bumi perkemahan, tak hanya memindahkan tapi juga mendirikan 4 tenda Besar serta 1 tenda barak atau tenda posko.

Tanggal 24 Desember 2016 atau hari kedua SP-3 diisi dengan proses adaptasi seluruh anggota yang mengikuti, jalan-jalan, bersih diri dan menyiapkan peralatan memasak untuk sarapan menjadi agenda bebas dipagi selepas shalat shubuh waktu itu. Terdapat menara pandang yang lumayan tinggi sekitar 25 meter sehingga ketika menaiki dan sampai diatas terlihat deretan pegunungan yang hijau mengelilingi, Gunung Penanggungan, Gunung Pundak, Gunung Welirang terlihat terang tanpa tertutupi oleh kabut. Terdapat pula “Gazebo Romantis” sebutan untuk Gazebo yang dapat menyuguhkan pemandangan indah dari wujud asli Gunung Penanggungan dipagi hari. Terdapat 4 grup untuk Tamu Racana, terdapat 4 menu sarapan yang berbeda pula dari hasil masakan sendiri tiap grup untuk pengenyang sarapan dipagi itu. Tercatatat beberapa dari mereka mengaku baru pertama kali memasak menggunakan kompor kecil dan menggunakan nesting.

Penyampaian materi yang terkhususkan di dalam SP-3 ini adalah meliputi survival serta PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Camping merupakan pilihan yang tepat untuk menyampaikan tujuan dari survival, dapat memasak secara sendiri menggunakan kompor kecil dan nesting merupakan salah satu contoh kecil dalam materi survival.

Tak hanya itu untuk melengkapi tujuan dari penyampaian materi survival, Tamu Racana juga diajak untuk melakukan penjelajahan. Selama perjalan Tamu Racana hanya dibekali dengan sebuah perintah yakni “ikuti tanda jejak dan temukan setiap pos”. Sebelum penjelajahan sangga kerja telah memberikan tanda jejak berupa tali rafia yang diikat pada tiap tempat yang mudah terlihat untuk diikuti oleh Tamu Racana menuju tiap pos, yang mana terdapat 2 pos.

Hasilnya, bagi mereka yang belum familiar mengenai penejelajahan, ada yang tersesat, namun karena Tamu Racana masih boleh membawa alat komunikasi tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Di pos pertama Tamu Racana mendapatkan clue untuk menemukan bahan makanan yang tersedia asli di alam serta ada beberapa bahan makanan yang telah disebar oleh anggota Sangga Kerja sebelumnya. Nantinya tiap bahan makanan ini akan diolah secara langsung oleh Tamu Racana sebagai kompetisi lomba masak dimalam hari. Di pos terakhir atau pos kedua Tamu Racana diberikan skema penyelamatan korban bencana, yang mana semua Tamu Racana harus mengevakuasi korban dengan luka yang beragam dari skenario yang telah dibuat sangga kerja sebelumnya. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan tujuan dari penyampaian materi PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat).Air terjun tanpa nama yang cukup tinggi menjadi penampakan alam yang dinikmati oleh Tamu Racana dan Sangga Kerja selepas penjelajahan serta kegiatan di tiap pos.

Sekembalinya ke BUPER, seluruh anggota yang ikut melakukan bersih diri dan mempersiapkan kegiatan dimalam hari. Lomba memasak tiap grup menjadi agenda malam di hari kedua, dengan bahan makanan yang telah didapatkan dari penjelajahan sebelumnya Tamu Racana mulai memasak dengan kreasi masakan di masing masing grupnya. Barter bahan makanan, menjadi hal yang riuh dan juga penghangat di suasana lomba memasak, yang menjadikan proses kompetisi tidak terasa. Perlombaan memasak dinilai dari beberapa aspek mulai rasa, kematangan, serta kreatifitas. Api unggun menjadi teman serta pemecah dingin saat penilaian oleh juri utama yakni Ka-GUDEP Putra, Kak Rhendy, dari nasi yang agak krispi, sayur yang kematangan, tumis yang kepedesan dan sampai yang tak terasa memunculkan tawa yang menimbulkan rasa kekeluargaan di malam itu begitu cair. Malam yang berangin namun cerah itu ditutup dengan curhatan curhatan dari seluruh Tamu Racana juga Sangga Keja yang disampaikan melalui panas pancaran api unggun. Mengistirahatkan tubuh menjadi salam perpisahan untuk malam di hari kedua.

Memasuki hari ke 3, pukul 02.00 WIB pagi dini hari, merupakan puncak yang sesungguhnya dari kegiatan Scout Preparation, yakni penempuhan scarf. Penempuhan scarf atau pengambilan scarf ini dilaksanakan dengan melakukan pendakian ke puncak Gunung Pundak. Dengan melewati beberapa pos yang mana disetiap pos telah disiapkan beberapa hal untuk menanyakan serta mengetahui kesiapan dan komitmen Tamu Racana untuk menjadi Anggota Racana Sepuluh Nopember. Didalam penempuhan ini Tamu Racana disadarkan mengenai organisasi seperti apa yang telah diikutinya juga diberikan pilihan mengenai kebebasan untuk berorganiasi di tempat yang lain. Dan pada akhirnya dipuncak Gunung Pundak menjadi saksi bisu kesiapan serta komitmen Tamu Racana untuk tetap mengikuti setiap kegiatan di Racana Sepuluh Nopember dan memilih untuk dapat mengabdi nantinya di Racana Sepuluh Nopember.

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *