Wednesday, 18 October 2017 Salam Pramuka!!

Scout Methode

“Scout method” merupakan metode pembelajaran yang digunakan oleh Pramuka internasional. metode ini digunakan sebagai jalan untuk mencapai tujuan gerakan pramuka antara lain pembentukan karakter yang mandiri dan berguna bagi orang lain. Dengan kata lain anggota pramuka diharapkan menjadi pribadi yang sehat, senang dan bermanfaat bagi orang lain. scout method atau di Negara kita niasa dikenal sebagai metode kepramukaan diterapkan pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anggota pramuka dengan menyenangkan dan di luar ruangan serta berisi pembelajaran hidup yang akan ditemukan sendiri pemecahannya sehingga anggota pramuka menjadi mandiri, berjiwa pemimpin dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Menurut Baden Powell, sesungguhnya scout method merupakan hal yang akan berjalan dengan sendirinya secara alami dan tidak kita sadari tanpa harus kita pusingkan mekanisme pelaksanaannya. Maksudnya scout method ini akan berjalan sesuai dengan ransangan yang ada dan tidak kita sadari karena kita bukan lembaga pendidikan.

Scout method tak bisa dilepaskan dengan keberadaan scout law karena scout law ini yang menyatukan nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan pramuka. Pengertian scout method sendiri telah mengalami perubahan, pada dekade 1980 scout method dijabarkan menjadi 4 hal, yaitu scout law dan scout promise, belajar dari melakukan, kegiatan yang menarik dan menantang, dan sistem berkelompok. pada awal tahun 1990-an, scout method dijabarkan menjadi 7 elemen. yaitu scout law dan scout promise, belajar dari melakukan, sistem berkelompok, kegiatan yang menarik dan menantang serta kemajuan pribadi, simbolic framework (tanda kecakapan), kegiatan di alam, sistem kakak-adik.

Law Dan Promise

Seperti yangtelah kita ketahui bersama bahwa gerakan pramuka memiliki prinsip dan norma-norma yang harus ditegakkan. Norma-norma tersebut bukanlah suatu daftar kegiatan yang tak boleh dilakukan, melainkan batasan-batasan yang telah terpatri dalam sanubari setiap anggota gerakan pramuka. Tidak ada istilah larangan melakukan suatu keburukan, yang ada hanyalah menawarkan sesuatu yang lebih baik dan menguntungkan yang nantinya secara bertahap akan menghilangkan sesuatu yang buruk itu.

Selain itu pramuka juga tidak pernah cenderung kepada suatu agama. Pramuka menghormati seluruh agama, karena pada dasarnya nilai spiritual dari keagamaan tersebut merupakan landasan gerakan pramuka.

Norma-norma tersebut harus dijaga dengan baik. Namun jika kita bicara soal scout principles dimana terdapat tiga elemen yaitu duty to god, duty to other dan duty to self, pelaksanaannya masih terlihat kurang maksimal dan kurang kontrol. Misalkan dalam sebuah pelaksanaan kegiatan. Terkadang kita sedikit melupakan atau bahkan melupakan kewajiban kita untuk mengembangkan diri sendiri. Sehingga muncul perkataan “yang penting tugasku selesai”. Hal inilah yang sekiranya perlu diluruskan. Bahwa pengembangan diri merupakan suatu kewajiban kita sebagai seorang pramuka.

Learning by doing (Belajar dengan Cara Melakukan Sendiri)

Semua kegiatan pramuka pada dasarnya merupakan sesuatu yang harus dilakukan sendiri. Karena dengan melakukan sendiri anggota gerakan pramuka akan mengetahui bagaimana sebuah teori akan bekerja pada keadaan nyata. Misalnya ketika berlatih dalam sebuah tim, di pramuka pelatih tidak menginstruksikan kepada anggota yang sedang berlatih untuk menjadi pemimpin tim dan memberi instruksi kepada anggota yang lain, tetapi kejadian itu akan mengalir dengan sendirinya.

Pendelegasian tugas sering sekali dilakukan. Khususnya pendelegasian tugas kepada angkatan muda. Sehingga mereka tahu sesuatu dengan melaksanakannya sendiri.

Team System (Sistem Berkelompok)

Dalam pramuka, berlatih dengan system berkelompok akan melatih anggota untuk bekerja, belajar, memasak, mendirikan tenda dan bertahan hidup secara bersama-sama. Dengan system ini anggota akan belajar bekerja dengan orang lain. Pemimpin kelompok akan belajar bagaimana bertanggung jawab kepada yang lain. Dan anggota kelompok akan belajar bagaimana menjadi pendukung kelompok yang baik yang selalu berkontribusi pada kelompok. Dari sini akan muncul suatu interaksi antar anggota kelompok yang akhirnya akan menjadikan kelompok tersebut memiliki warna.

Meskipun demikian, terkadang dinamika kelompok yang terjadi antara kelompok satu dengan yang lain tidak berimbang. Ada kelompok yang sangat aktif, sehingga kelompok itu dapat memberikan suatu dampak positif bagi kemampuan anggota kelompok. Ada juga kelompok yang biasa saja dan cenderung pasif. Peran anggota dewasa dalam menyetarakan kemampuan kelompok sangat diperlukan disini. Terutama ketika proses pembagian anggota kelompok.

Symbolic Framework

  1. Kegiatan yang menantang dan Personal Progressif (Sistem Tanda Kecakapan)

    Pramuka mengajarkan kepercayaan diri pada seluruh anggotanya. Tanpa harus menanti pimpinannya dia bisa mengambil suatu keputusan ketika masa genting. Kepercayaan diri tersebut didapat anggota pramuka dengan suatu tantangan di alam terbuka, yang berbahaya tanpa bantuan dari lingkungan sekitar. Selain itu, pramuka juga mengajarkan bagaimana caranya mengontrol suatu hal dan menemukan suatu pembelajaran tanpa bantuan orang lain.

    Untuk memberi penghargaan dan motivasi kepada anggota, kita mengenal istilah tanda kecakapan. Tanda ini diberikan kepada anggota bilamana anggota tersebut telah menguasai suatu materi atau suatu kecakapan. Hal ini dimaksudkan agar anggota bersemangat untuk menguasai kecakapan yang lain dan memacu anggota yang lain untuk memiliki kecakapan yang serupa sehingga setiap anggota akan saling member semangat satu dengan yang lainnya.

    Kegiatan yang membuat kepercayaan diri kita muncul sudah mulai jarang dirasakan . Kegiatan yang dilaksanakan sebatas pemberian kepercayaan untuk melakukan rutinitas dan kurang memberi tantangan. Kebosanan adalah faktor penghambat munculnya kepercayaan diri untuk membuat suatu keputusan. Karena hal yang akan diputuskan dianggap biasa saja. Disamping itu, kurangnya penghargaan terhadap kemampuan anggota memberikan dampak yang cukup besar bagi tumbuhnya kepercayaan diri untuk mengambil keputusan. Terkadang eksistensi anggota muda juga terlupakan.

  2. Kegiatan di Alam

    Kegiatan pramuka senantiasa dilaksanakan di Alam bebas. Karena di alam bebas, anggota pramuka akan mendapatkan tantangan yang lebih untuk ditaklukkan. Selain itu, anggota pramuka juga akan belajar bagaimana melewati tantangan yang ada di depannya serta belajar membuat keputusannya sendiri. Dengan kegiatan di alam, akan menjadikan anggota pramuka cinta terhadap alam.

    Jarang sekali kita melakukan kegiatan di alam terbuka. Hal ini disebabkan oleh rutinitas yang selalu mengurung kreatifitas kita untuk mengadakan kegiatan di alam.

  3. Sistem Kakak-Adik

    Hal utama dalam pendidikan pramuka adalah contoh dari pribadi dari kakaknya. Seorang kakak akan dikagumi oleh adiknya karena kepribadian, kemampuan, pengetahuan dan caranya memimpin. Jika seorang kakak ini mampu menarik adiknya maka bukan hal yang sulit untuk meraih suatu tujuan bersama yang cukup besar. Diakui tidaknya seorang kakak akan ditentukan oleh apa yang dilihat adiknya. Jadi keberhasilan pengajaran pramuka sangat bergantung pada sifat dan perilaku kakak yang member bimbingan kepada adik-adik di pramuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *