Thursday, 23 November 2017 Salam Pramuka!!

Menebus Dosa – Dosa Akan Kerusakan Lingkungan

Mengusung tema “Bersama Menyelematkan Lingkungan dengan Aksi Berkelanjutan” kemah patriot lingkungan Jawa Timur 2017 dilaksanakan di area lapangan Kenjeran, Surabaya. Kegiatan pelatihan dalam bentuk perkemahan ini diikutu oleh Pramuka Penegak dan Pandega dari beberapa Kwarcab di Jawa Timur, tercatat sebanyak 205 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Bekerjasama dengan AIESEC, organisasi internasional para pemuda untuk membantu mengembangkan potensi kepemimpinan , kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan pemuda dari berbagai negara, diantaranya Netherland, China, Hongkong, Malaysia, Portugal, Rumania, Latvia dan Canada sebanyak 14 orang dari negara tersebut turun bersama Pramuka mengikuti kegiatan pelatihan berbasis pada upaya menjaga lingkungan.

Kegiatan yang didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya ini benar benar diadakan dengan harapan terbenuknya kader kader yang mencitai lingkungan. Dalam sambutannya pada welcome dinner yang berlangsung di rumah dinas Walikota Surabaya, Tri Risma Maharini, menegaskan untuk menjaga dan merawat lingkungan serta tak lupa mengajak orang orang terdekat untuk selalu menjaga upaya upayadalam penyelamatan lingkungan. ibu risma juga berharap melalui kegiatan ini para kader kader lingkungan dapat menjadikan daerahnya khususnya Surabaya mencapai keamanan, kenyamanan serta perdamaian.

Berlangsung pada tanggal 28 – 30 Juli 2017, kegiatan ini dirancang untuk pemberian bekal dalam upaya penyelamatan lingkungan. Terbukti pada hari pertama kegiatan seluruh peserta langsung digembleng oleh pemberian materi – materi, adapun materi tersebut adalah daur ulang kertas, pembuatan lubang biopori, pembuatan pupuk kompos dan Waste Wise.

Pada beberapa materi pemuda dari berbagai negara memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman pengelolaan lingkungan dinegaranya, salah satunya adala Wota / Cheng Chong, pemuda asal Hongkong ini mengatakan bahwa dinegara asalnya pengelolaan sampah masih kurang diperhatikan oleh pemerintahnya, bahkan dia berkata seharusnya pemerintah Hongkong segera belajar ke Indonesia dalam pengelolaan sampah dalam penyampaiaan materi waste wise.

Dalam hal ini seharusnya sebagai pribumi kita harus menjaga lingkungan, mengurangi pemakaian barang barang yang menimbulkan sampah dan tidak membuang sembarangan dalam artian lebih dalam kita harus memiliki waktu untuk memisahkan sampah organik atau anorganik.

Oleh Luthfi Farid Khurnianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *