Thursday, 23 November 2017 Salam Pramuka!!

Gudep Masa Kini

Gudep adalah sebuah organisasi, sehingga harus dikelola dengan manajemen yang efektif. Jangan sampai secara formal Gudep adalah organisasi, tetapi pelaksanaannya cenderung ke arah paguyuban (note: kalau ada yang menyebut agak kasar sebagai “gerombolan”).

Salah satu aspek penting di dalam organisasi Gudep adalah bagaimana Gudep berhubungan dengan stake holdernya atau para pihak terkait dengannya. Stake holder Gudep Surabaya 610 – 611 adalah : ITS (sebagai sebuah perti), mahasiswa ITS, gudep perti lain, masyarakat sekitar kampus, anggota Gudep, Kwartir Ranting/Cabang/daerah/Nasional, dan alumni Gudep.

Ada konsep strategi interaksi (baca: pemasaran) yang efektif untuk diterapkan yaitu Positioning – Differentiation dan Brand.

Positioning adalah organisasi ingin masuk di “benak” atau “pikiran” stake holder sebagai siapa / apa. Contoh: Gudep Surabaya 610 – 611 adalah Gudep lengkap (S/G/T/D) dan membina anggotanya untuk menjadi insan mandiri dan memiliki life skill.

Differentiation adalah organisasi memiliki keunggulan komparatif (perbedaan berupa keunggulan) apa dibanding dengan organisasi sejenis (baca: kompetitor). Contoh: Gudep Surabaya 610 – 611 : Solid, Innovative dan Peduli

Brand adalah organisasi ingin di “citra” kan sebagai siap / apa. Contoh:

  1. Identitas Visual : selain seragam Pramuka meiliki “Uniform Gudep”: Topi Baden Powell, Penggalang menggunakan tongkat yang diberi warna merah kuning (warna semaphore), sanggar “IT based” dst.
  2. Lagu : Mars Gudep
  3. Sebutan Organisasi : Gudep Surabaya 610 – 611 pangkalan kampus ITS (brand tersebut akan berbeda implikasinya jika disebut “Pramuka IITS” atau “UK Pramuka ITS” ). Orang akan mengenal Gudep Surabaya 610 – 611 sebagai Gudep inklusif, bukan eksklusif mahasiswa.
  4. Karakter individu member : cerdas dan santun
  5. Karakter kelompok : suka menolong setiap saat
  6. Spesial Group Skill : rescue and technology
  7. Network : International Scout Network

Tentu untuk lebih memperkuat ketiga elemen yang saling berhubungan tersebut diperlukan penyempurnaan yang terus menerus (Continual Improvement… bukan Continous Improvement … apa bedanya?)

Test case nya bisa ditanyakan ke mahasiswa ITS, Gudep Surabaya 610 – 611 itu siapa? Mungkin mereka menjawab oh itu yang sering kumpul – kumpul dan nyanyi – nyanyi. Terus tanyalah warga Keputih, Gudep Surabaya 610 – 611 itu siapa? Mungkin mereka menjawab : tempat anak – anak berlatih Pramuka, orangnya baik – baik suka berkumpul dengan orang kampung. Dan seterusnya dan seterusnya …

Bukan persoalan sederhana, tetapi itu perlu dilakukan agar Organisasi ini dikelola dengan manajemen yang efektif. Sudah saatnya menuliskan strategi Gudep agar kita tak hanya berlari dengan bekal angan – angan.

|Tulisan Kak Dodi Priyambada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *